Desa Mulyadadi
Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap
Sekilas Desa Mulyadadi

Desa Mulyadadi merupakan salah satu desa di Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Berjarak sekitar 2,5 kilometer dari pusat kecamatan Cipari dan 63 kilometer ke arah barat laut dari ibu kota Kabupaten Cilacap, desa ini menyajikan perpaduan menarik antara sejarah pemukiman yang terencana, potensi agraris, serta dinamika masyarakat yang adaptif terhadap arus globalisasi.
Struktur Wilayah dan Dinamika Pemekaran
Mulyadadi terbagi dalam 3 Rukun Warga (RW) dan 2 dusun utama, yaitu Dusun Candimulya dan Dusun Sidadadi. Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan tata kelola pemerintahan desa yang efisien, pada tahun 2022 telah dimulainya proses pemekaran Dusun Candimulya menjadi dua dusun, sembari menunggu ditetapkannya Peraturan Bupati Cilacap terkait pemekaran wilayah setempat.
Uniknya Grumbul Tapungan: Kompleks Tata Ruang Bersejarah
Salah satu sudut menarik di Desa Mulyadadi berada di bagian barat Candimulya, yaitu wilayah yang dikenal sebagai Grumbul Tapungan. Wilayah ini memiliki rekam jejak sejarah yang unik.
Dahulu, terjadi kebijakan penggusuran pemukiman di sekitar kawasan Perkebunan Ciseru. Warga yang terdampak kemudian menjalani proses bedol desa dan dipindahkan ke area penampungan di bagian barat Desa Mulyadadi. Dari proses penampungan inilah nama "Tapungan" berasal. Keunikan utama Grumbul Tapungan terletak pada tata ruangnya: tidak seperti pemukiman pedesaan tradisional pada umumnya, wilayah ini telah tertata rapi menyerupai kompleks perkotaan dengan kaveling-kaveling tanah yang terstruktur.
Mata Pencaharian dan Sektor Ekonomi
Meskipun tata ruangnya sebagian sudah modern, napas perekonomian utama Mulyadadi tetap berada di sektor pertanian. Hal ini terlihat jelas dari luas lahan persawahan dan ladang yang mendominasi dibandingkan area pemukiman warga.
Selain mengolah tanah sebagai petani, sebagian penduduk Mulyadadi juga mengandalkan mata pencaharian di sektor konstruksi sebagai pekerja bangunan.
Adaptasi Globalisasi dan Budaya Merantau
Kehidupan sosial-budaya di Desa Mulyadadi kini telah bertransformasi secara dinamis. Masyarakat setempat bersikap terbuka dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman di era globalisasi.
salah satu pendorong utama keterbukaan wawasan warga Mulyadadi adalah tingginya tradisi merantau. Sumatra—khususnya wilayah Medan dan Riau—menjadi destinasi favorit warga Mulyadadi untuk mengadu nasib. Pengalaman di perantauan ini tidak hanya meningkatkan taraf ekonomi keluarga, tetapi juga membawa pulang wawasan baru yang mempercepat modernisasi cara pandang masyarakat di desa.


